Breaking News


Proses Pengembangan SDM khususnya ASN kembali mengalami perubahan, hal ini tentunya tiak terlepas dari tantangan yang muncul di abad milenial saat ini, keluarnya Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Pelatihan Kepemimpinan Pengawas, sebelumnya jabatan pengawas dalam ASN dan birokrasi disebut sebagai jabatan Eselon IV.

Dalam perlan Nomor 15 tahun 2019 Tentang pelatihan Kepemimpinan Pengawas disebutkan pada pasal 1 ayat 1 bahwa Pelatihan Kepemimpinan Pengawas yang selanjutnya disingkat PKP adalah pelatihan structural kepemimpinan pengawas sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah yang mengatur mengenai manajemen pegawai negeri sipil.

Keuarnya Perlan terbaru ini, maka akan menjadi dasar semua Lembaga pelatihan ASN dalam menyelenggaran pelatihan Kepemimpinan Pengawas, tak bisa dipungiri peranan leader dalam mengubah wajah sebuah organasasi masih sangat dibutuhkan saat ini dan ASN yang menjabat jabatan pengawas bisa menjadi alah satu ujung tombak dalam membenahi organisasi demi tercapainya pelayanan yang terbaik bagi msyarakat serta mencapai perubahan yang diinginkan.

Pelatihan kepemimpinan Pengawas ini memiliki tujuan untuk mengembangkan kompetensi peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial pengawas, jadi keiaran bahwa hasil akhir darii proses pelatihan ini yakni bagaimana keuian seorang leader memiliki Komptensi yakni pengetahuan, keterampilan , dan skap/perilaku seorang PNS yang dapat diamati diukur, dan dibebankan dalam melaksanakan tugas jabatannya.kompetensi ini biasa disebut sebagai Kompetensi kepemimpinan melayani...jadi bukan untuk dilayani......sehinggah melahirkan sebuah akuntabilitas jabatan, kesadaran akuntabilitas jabatan merupakan salah satu akuntabilitas yang wajib dimilii setiap leader selain Nation accountability, Pubic accountability

Namun harus dipahami juga bahwa suatu kompetensi atau kemampuan terkadang tidak bisa diamati secara langsung akan tetapi justru hal tersebut menjadi kekuatan terbesar yang membuat seorang leader bisa menjadi pemimpin yang berpengaruh dan abadi.....laksana Gunung Es yang kelihatan hanya puncaknya saja.

Dalam proes mencetak pemimpinan yang mampu meayani ini maka pelatihan kepemimpinan pengawas ini diakukan melalui proses pembelajaran klasikal dan non klasikal, pembelajaran klasikal biasanya dilakukan secara langsung dan tatap muka sedangkan nonkalisakan bisa dalam bentuk eleraning maupun mentoring atau bimbingan ditempat kerja ...

Untuk mencapai kompetensi kepemimpinan Melayan maka peserta pelatiha akan dihadapkan pada agenada pembelajaran yakni 4 agenada penting;

Pertama Agenda kepemimpinan Pancasila;

Kedua, agenda kepemipinan pelayanan;

Ketiga, agenda pengendalian pekerjaan;

Keempat;agenda aktualisasi kepemimpinan.